Showing posts with label Space. Show all posts
Showing posts with label Space. Show all posts

18 June 2023

In Defense of Jaywalking (in neighborhood street)


Have you ever being in a car that passes through a narrow strip of street where people seems to have low sensitivity of the presence of vehicles? They walk close to the middle of the street, they cross without looking, children carelessly stroll, in short, jaywalking.

Especially for the person that's driving, it must be an awkward situation or even stressful. The narrow street becomes even narrower with the presence of the people, the vehicle can only move very slowly, and the driver got to make sure that they don't hit anyone.

This piece would argue that that is exactly how a neighborhood street should be: People walk freely, how they want to walk, without fear of being grazed by motorized vehicles.

31 August 2021

Moratorium New Town di Pulau Jawa - SEKARANG!

Pada bagian sebelumnya (Moratorium New Town di Pulau Jawa) kita telah membahas bahwa pada suatu titik, akan diperlukan Moratorium Pengembangan New Town di pulau Jawa. Di bagian ini kita akan membahas kapan waktu yang tepat. Untuk mencoba menjawab pertanyaan tersebut, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.

26 July 2021

On Superclusters

New Town Developments, which usually dominated by Landed Residential programs, is a contemporary reality that we can't deny. There might be argumentations against their existence, but in the meantime they are there, they are big, and they are growing.

One of the Landed Residential typology that usually is offered by New Town Developments is Supercluster concept. That is multiple Clusters within one larger Cluster. One Subcluster is usually ranging from 3 to 5 hectares in size, which make one Supercluster with 4 or more Subclusters ranging around 12 to 60 hectares in size.

A typical Supercluster Scheme

A Cluster in general offers exclusivity, privacy, and maintained Residential character within its boundaries, below are the positive and negative qualities of Supercluster concept.

04 July 2021

Moratorium New Town di Pulau Jawa


Jawa adalah pulau dengan populasi terbanyak di muka bumi. Dengan area sekitar 139 ribu kilometer persegi, pulau Jawa menampung lebih dari 151 juta penduduk, lebih dari setengah populasi Indonesia secara keseluruhan.

06 June 2021

Kota, Ekstraksi, Eksploitasi, dan Komoditas

Sudah jamak diketahui bahwa lingkungan terbangun dan infrastruktur adalah salah satu sarana untuk melakukan eksploitasi dan ekstraksi Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia. Tetapi bagaimana dengan Sumber Daya Ruang? Dan bagaimana dengan peran kota dalam kegiatan ekstraksi dan eksploitasi tersebut? Diskusi ini bertujuan untuk mengeksplorasinya secara singkat.


Catatan: Cukup disadari bahwa dalam banyak hal tulisan di ini tidak cukup tajam, tidak cukup dalam, dan di beberapa tempat tidak betul-betul yakin juga dengan apa yang dituliskan. Tetapi sekalipun demikian tetap dituliskan juga, dengan sedikit compang-camping dan menyimpang dari bahasan inti, karena memang ditujukan sebagai suatu studi, suatu pemantik untuk diskusi atau pemikiran lebih jauh lagi.

28 October 2016

Riwayat Ruang

Makna ruang selalu berubah-ubah di sepanjang sejarah manusia, mengikuti struktur politik, relasi ekonomi, dan cara berproduksi yang dihidupinya. Tulisan ini adalah sebuah gambaran kasar, sangat kasar, tentang proses pergerakan sejarah tersebut dan keterkaitannya dengan ruang kehidupan manusia.

***

Ketika jumlah spesies manusia masih sedemikian sedikitnya di muka bumi, tersedia ruang kehidupan yang sangat berlimpah ruah. Tetapi di awal peradabannya manusia memiliki kemampuan yang minim dibandingkan dengan alam di sekitarnya; kemampuan mengatasi, memanipulasi, dan memanfaatkan alam sekaligus bertahan dari serangan-serangannya. Ada bahaya yang mengancam di luar sana, ada lingkungan yang tidak dapat menunjang kehidupan, ada ruang kehidupan yang dikuasai oleh predator, bahkan ada ruang yang tidak dapat dimasuki sama sekali. Secara subjektif alam menjadi sangat terbatas, sangat sempit bagi mereka.

Lalu, satu-satunya jalan untuk bertahan hidup bagi manusia-manusia primitif adalah dengan bekerjasama. Akibat volume otak yang lebih besar, selain menggunakan alat dan mengembangkan bahasa, kemampuannya untuk bekerjasama adalah hal utama yang menunjang kelestarian spesies manusia di awal kehidupannya. Mereka bekerjasama dalam mengkoordinasi aksi dan aktivitas, mereka bekerjasama untuk mendapatkan makanan dan mempertahankan ruang kehidupan mereka.

Pada masa primitif itu, teknologi yang dikuasai manusia hanyalah sebatas untuk menciptakan alat-alat genggam sederhana yang sangat mudah untuk diduplikasi, sangat mudah untuk didapatkan dan dibuat. Mereka juga hanya dapat memanfaatkan tempat-tempat yang telah disediakan oleh alam untuk tempat hidupnya dan mereka belum lagi menguasai kemampuan bercocok-tanam. Semua anggota masyarakat dapat memiliki alat yang relatif sama dan hidup di tempat yang sama tanpa mampu menghasilkan surplus yang dapat disimpan untuk waktu yang lama, sehingga tidak memungkinkan terjadinya dominasi individual terhadap kelompoknya atas dasar kepemilikan atas alat maupun cadangan pangan, sementara keunggulan individual pun sangat terbatasi oleh ketergantungan sang individu untuk bekerjasama dengan kelompoknya.

Cara leluhur kita berproduksi, sistem kepemilikan mereka atas alat produksi, menentukan bentuk sistem ekonomi Komunalisme Primitif yang mereka hidupi. Dan bentuk sistem ekonomi tersebut pada gilirannya akan tercermin pada cara mereka menempatkan diri di dalam ruang kehidupannya. Adalah tidak masuk akal, tidak menunjang survivability, tidak menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi, dan pada dasarnya tidak dapat mereka lakukan; untuk memecah dan membagi-bagi ruang kehidupan menjadi kepemilikan privat. Mereka memiliki, mengelola, dan mengamankan ruang kehidupannya bersama-sama.

26 May 2016

Mixed-use Kelas Para Dewa


Di tengah kemacetan dalam perjalanan menuju Jogjakarta, saya melihat hal ini di seberang jalan dan segera mengambil gambarnya.

Entah bagaimana bisa terjadi seperti ini. Suatu konsep mixed-use yang sangat radikal dan ekstrim hingga level para dewa, suatu percampuran fungsi infrastruktur perkotaan dengan komersil privat bahkan mungkin sekaligus dengan residensial.

Kalau sudah begini, apakah fungsi komersial yang strata di atas HGB milik infrastruktur? Atau malah infrastruktur yang - sebuah konsep revolusioner - strata di atas HGB milik komersial? Atau kedua-duanya cuma ngontrak di atas SHM milik residensial?

Wallahu a'lam.

19 May 2016

The World As I See It






Some would be about cities and urban life,
some other capture humanity,
and the rest would merely show my indecent appetite towards
space, pattern, & geometry.






18 May 2016

Prambanan Temple

I've many times visited Borobudur Temple but not Prambanan Temple, though they are both located at Jogjakarta area. It might be because Prambanan is smaller compared to Borobudur so I perceived the former as not as grandeur and inviting as the latter. Doesn't mean that I don't want to visit it, in fact my curiosity about the temple had been growing in time, until few days ago, finally I had my chance to visit the Prambanan Temple.

My curiosity was proven to be true.

I arrived at the temple under the punishing heat of Jogjakarta's mid-day, when the temple was crowded with tourists sitting and walking here and there, taking their selfies and wefies. I imagined what the atmosphere of the temple complex and its surroundings like in the past when the temple was still being used to submit prayers.

10 August 2014

Ruang Sebagai Peristiwa Ekonomi Politik - Bagian Satu

Bagian Satu

Segalanya mengada dan terjadi di dalam ruang.
Segala yang mengada dan terjadi mendefinisikan ruang.
Ruang adalah konstruksi dari proses mengada.

***

Setiap bagian kecil dari batuan, tanah, air, udara, dan segala benda-benda mati yang membentuk bentang alam mengada dan berdiam, bergerak, atau berubah semata-mata dalam kerangka hukum-hukum fisika. Energi dan gaya yang dikenakan kepadanya akan mengubah kondisinya, mengubah kondisi yang mengenainya, untuk saling diteruskan kepada yang lainnya, termasuk juga akibat dari perubahan kondisi tersebut, saling berantai dan bergantung tanpa henti. Sejauh menyangkut alam raya benda-benda mati, maka reaksi yang terjadi akibat aksi adalah sejernih-jernihnya hukum fisika belaka.

13 May 2013

Juara Penguasaan Spasial Jakarta

Seorang penari balet yang handal, pembalap ulung, pemain sepak bola yang lihai, atau atlet bela diri yang sangat tangkas memiliki kecerdasan penguasaan spasial (keruangan) pada medannya masing-masing. Demikian juga dengan para pelaku berbagai macam profesi dan keterampilan lainnya yang memanfaatkan gerak tubuh atau pengendalian suatu alat di dalam suatu ruang berbatas.

Tetapi kali ini mari kita mengapresiasi perihal penguasaan ruang dari perspektif yang lain. Kali ini kita akan meniliknya dari sudut pandang Kota Jakarta.

19 March 2013

Eksplorasi Ruang Sebagai Perbedaan Kerapatan: Belantara Pegunungan

Tulisan ini adalah tambahan eksplorasi untuk tulisan Ruang Sebagai Perbedaan Kerapatan di tanggal 7 Desember 2012.

Konsep ruang sebagai akibat dari perbedaan kerapatan bisa jadi agak sulit untuk teramati jika kita berada di lingkungan yang telah terbangun, seperti di tengah kota, misalnya. Walaupun bukan berarti sama sekali tidak relevan, tetapi ruang di kota telah ditegaskan secara sedemikian rupa sehingga seringkali sudah hampir tidak ada lagi wilayah abu-abu di antara kondisi "rapat" - sebagai yang memberi batas - dan "tidak rapat" - sebagai ruang yang terwujud dari batasan-batasan tersebut.

Hal-hal yang memberi batasan untuk terwujudnya ruang, di tengah kota, telah ditegaskan ke dalam bentuk-bentuk seperti dinding, trotoar, pagar, railing, lantai, kaca, dan sebagainya. Batasan antara ruang dan bukan ruang menjadi sangat-sangat tajam dan tegas, karena memang keteraturan dan kejelasan tersebut adalah perwujudan material dari norma, peraturan, kesepakatan bersama, hukum, dan undang-undang, yang dibutuhkan demi efisiensi dan kesejahteraan lahir dan batin manusia-manusia penghuninya.

07 December 2012

Ruang Sebagai Perbedaan Kerapatan

Kita hidup di alam materi. Benda-benda di sekeliling kita dan tubuh ini pun adalah materi. Secara praktikal, segala yang ada dan mengada adalah merupakan materi atau akibat dari keberadaan materi. Pikiran ini, misalnya, adalah merupakan akibat dari aktivitas bermilyar neuron yang membentuk otak di dalam batok kepala.

Materi itu sendiri - secara definisi - adalah suatu substansi yang memiliki massa dan volume.

Sekarang mari kita menjelajah jauh, jauh lebih mendasar lagi, menengok bangunan dasar dari materi tersebut, yaitu energi.


Popular Nonsensical Matters